Pejuang HukumPejuang HukumPejuang Hukum

Desa Singabraja: Stunting Nol ,Rembug Stunting 2022

PH45, TENJO BOGOR –Kegiatan rembuk Stunting Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo dilaksanakan, di ruangan Pertemuan Kantor Desa setempat, Junat (5/8/22) berlangsung sukses dan serius.

Kepala Desa Singabraja, Toni mengatakan, kegiatan rembuk Stunting itu dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Tenjo,Kasi Pendidikan dan Kesehatan H.Soleh, Pendamping Desa, Dokter Puskesmas Pasar Tenjo,Bidan Desa, Pemerinrah Desa dan Lembaga Desa, PPKB, Kader,RT/RW,Kadus dan Tokoh Masyarakat Desa Singabraja, berlangsung sukses dan serius sekali dalam hal upaya mengatasi stunting generasi kedepannya.

Dalam sambutannya Kades Singabraja, Toni mengutarakan “Rembuk Stunting ini adalah Momen Musyawarah Desa untuk membicarakan bagaimana mengurangi resiko Stunting,bahkan mencegah adanya Stunting di Desa Singabraja”.Ujarnya

“Rembuk Stunting merupakan Program Nasional , yang dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh Desa yang dibiayai Dana Desa.Jadi disini di bahas tentang Peran Desa, percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Bogor melalui kegiatan Rembuk Stunting Desa, akan bisa menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 nanti.

“Rembuk Stunting tahun 2022 ini merupakan kelanjutan dari rembuk Stunting 2021 yang lalu. Dan terkait data kesehatan yang ada di Desa Singabraja sebagai pedoman dalam penyusunan Program Penurunan Resiko Stunting yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 nanti.

Adapun kegiatan utama dalam rembuk stunting di Desa, meliputi:
1). pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah; dan
2). pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.
3.Ketahanan pangan Desa Singabraja. Kesepakatan hasil rembuk stunting di Desa dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta rembug stunting, dan pemerintah Desa.

Pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan stunting dapat dimulai dari pemetaan sasaran secara partisipatif terhadap warga desa yang terindikasi perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pemberdayaan di desa. Selanjutnya lewat Rembuk Stunting Desa, seluruh pemangku kepentingan di desa merumuskan langkah yang diperlukan dalam upaya penanganan stunting termasuk bekerja sama dengan dinas layanan terkait.

Dukungan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi dalam upaya penurunan stunting antara lain melalui pengaktifan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh unsur desa. Beberapa kegiatan tersebut seperti pembangunan/rehabilitasi poskesdes, polindes dan Posyandu, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Tenjo ,Dr Yati Ipanggo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa, Lembaga, Kader ,Tokoh dan Masyarakat yang sudah melaksanakan kegiatan peduli penurunan resiko dan mencegah serta mempertahankan nol stunting di Desa Singabraja, berupa sosialisasi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap balita yang berisiko stunting melalui Rumah Posko berisiko Stunting Desa selama ini.

Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Tenjo,H Soleh mengatakan,”Rembug Stunting ini upaya dalam rangka mengoptimalkan upaya intervensi Stunting bersinergi dengan lintas program dan lintas sektor terkait, serta memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan Stunting secara bersama-sama antara perangkat Pemerintah baik daerah, kecamatan ataupun desa dan dinas kesehatan sebagai penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat” ucapnya

Lebih lanjut, H.Soleh berharap seluruh stakeholder yang hadir dalam acara ini dapat berkomitmen dan menjalankannya dengan baik. “Saya berharap semua yang hadir dalam rembuk stunting ini dapat berkomitmen melaksanakan kegiatan intervensi stunting secara bersama-sama sehingga dapat mencapai Bogor Bebas Stunting yang merupakan salah satu elemen dalam mewujudkan Bogor Sehat dalam upaya mendukung tercapainya Kabupaten Bogor Maju, Nyaman dan Berkeadaban dalam koridor Panca Karsa,” pungkasnya.

(Tim/Red)